Pages

Sabtu, 10 Maret 2012

Mendiagnosis Permasalahan Pengoperasian PC dan Peripheral

Mendiagnosis Permasalahan pengoperasian PC dan Peripheral

C GLOSSARY
Beep  :  bunyi speaker yang dikeluarkan komputer pada proses post
atau pada saat ada kesalahan/gangguang tertentu. Suara
yang muncul melalui speaker komputer, umunya
menunjukkan adanya kesalahan dalam program yang
sedang berjalan. Beep dapat ditambahkan dalam program
yang dibuat dengan menyisipkan kode ASCII 7.
BIOS  :  Basic input output system. Software yang dipasang pada
chip komputer:untuk mengatur operasi dasar seperti setting
layar, harddisk, dan booting. Bagian dari sistem operasi
yang bisa mengidentifikasi set program yang digunakan
untuk mem-boot komputer, sebelum menempatkan disket
sistem. BIOS terdapat di ROM (Read Only Memory) dari
sistem dan umumnya tersimpan secara permanen. Program
yang digunakan mikroprosesor untuk menyalakan komputer.
BIOS juga mengatur aliran data antara sistem operasi
komputer dan perangkat tambahan yang terhubung pada
komputer.
Booting  :  Proses menghidupkan komputer.
Bus  :  Saluran yang terdiri dari sekumpulan jalur yang sejenis.
Sekumpulan kabel yang merupakan alat transportasi
informasi ke semua peralatan dalam sistem. Informasi
tersebut dapat berupa data, perintah atau alamat.
CMOS :  Compelementary Metal Oxide Semiconductor. RAM
kecil berukuran 64 byte yang menyimpan setting BIOS saat
komputer sedang dimatikan. CMOS merupakan perluasan
dari teknologi MOS yang menghasilkan IC dengan
kebutuhan tenaga baterai rendah. CMOS digunakan untuk
menyimpan program konfigurasi, program diagnostik dan
informasi tanggal dan waktu pembuatan file yang tidak akan
hilang meskipun komputer dimatikan.
CD ROM Drive:Alat pemutar CD ROM. Suatu drive untuk merekam atau
memainkan Compact Disk, yang sering dijumpai adalah CD-ROM (CD Read Only Memory) MO (Magneto-Optical) dan
WORM (Write Once Read Many).
Com   :  Singkatan dari Communications atau sering disebut serial
port, yaitu komponen yang menghubungkan CPU dengan
printer, modem dan alat lainnya.
CPU  : Central Processing Unit. Unit pemroses utama dalam istilah
teknik disebut mikroprosesor, sedang dalam pengertian
umum adalah mesin komputer yaitu casing beserta semua
isi didalamnya. Pusat pengolahan masukan sehingga
menghasilkan keluaran. Termasuk di sini adalah semua
register, sirkuit aritmatik, unit pembanding, dsb.
Disk    :  Suatu media penyimpanan data. Yang dimaksud dengan
disk adalah floppy disk atau hard disk. Sedangkan floppy
disk adalah disket. Piringan tipis yang dilapisi bahan
magnetik (oksida besi) yang mampu menyimpan sejumlah
data atau informasi. Pembacaan dan penulisan informasi
dipusatkan pada track.
Drive  :    Pintu, penggerak disk.
Driver  :   Software  yang  menjadikan  sistem  operasi  bisa
berkomunikasi dengan peripheral atau alat lain, misalnya
mouse driver untuk mengendalikan mouse.
Hard disk  :    Media penyimpan data berkapasitas besar.
LPT  :  Line Printing Terminal atau paralel port. Port untuk
menghubungkan PC dengan printer.
Motherboard: Papan rangkaian komputer tempat semua komponen
elektronik komputer terangkai.
Peripheral :  Peralatan. Spesifikasi peralatan pendukung yang dibutuhkan
oleh sebuah PC agar dapat bekerja secara optimal.
PCI  : Peripheral Component Interconnect. Peripheral bus yang
umum digunakan pada PC, Macintosh dan workstation.
Pertama kali didesain oleh Intel dan muncul di pasaran pada
akhir 1993. PCI menyediakan jalur transfer data cepat
antara CPU dengan komponen-komponen peripheral lain di
PC seperti video, disket, jaringan dan lain-lain.
POST  :  Power on Self-Test yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk
mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC untuk
bekerja dengan baik.
Power Supply: Suatu rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai pencatu
daya/pemberi sumber tegangan/arus pada peralatan.
VRAM  :   Video Random Access Memory (Video RAM) tipe spesial dari
DRAM yang memungkinkan akses direct high speed memory
melalui sirkuit video. Jenis memori ini lebih mahal bila
dibandingkan chips DRAM yang konvensional.
RAM  :  Random Access Memory, memori yang dapat dibaca dan
ditulis. Informasi akan hilang jika komputer mati.
Reset  :  Mengosongkan memori atau mengenolkan logika keluaran.
Memulai dari awal.
USB  :  Universal Serial Bus. Socket yang terdapat di semua PC
model baru untuk koneksi perangkat-perangkat USB. USB
mendukung instalasi yang mudah dengan system Plug and
Play, dan secara bertahap menggantikan port serial dan
pararel yang lama. Perangkat USB meliputi scanner, modem
dan printer..
Tata letak  :  yaitu  gambar  susunan  komponen-komponen  elektonika
dalam bentuk gambar wajah dengan ukuran yang tepat
sama.
 Rangkuman 1
POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk
mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC apakah bekerja
dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami
suatu masalah maka akan dapat terdeteksi gejala kesalahannnya
melalui POST, PC akan memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam
bentuk suara yang dihasilkan melalui speaker atau tampilan visual di
monitor. Selain itu pesan/peringatan kesalahan juga dapat dideteksi
melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik
AC sudah terhubung dan tombol power sudah ditekan.
POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi,
menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki
penyimpangan atau kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST
disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di
dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur
yang dilakukan dalam POST pada semua produk motherboard sama.
Terdapat beberapa perbedaan yang menjadikan ciri dari produk
motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.
1) Prosedur POST (Power on Self-Test)
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting,
proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah
sebagai berikut :
a) Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas
pendingin power supply berputar.
b) Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal
power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi
baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan
instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca.
Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program
POST.
d) Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan
baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting
hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk
pengecekan.
e) Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori
akses langsung, memory bus dan memory module.
f) Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis
untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g) Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut
harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data.
Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC
akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST.
Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan
14
melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di
layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.
2) Pesan/Peringatan Kesalahan POST (Power on Self-Test)
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance
PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan
prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala
permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:
NO
GEJALA
DIAGNOSA PERINGATAN KESALAHAN
1
CPUdan monitor mati, tidak ada beep
1. Instalasi fisik ke tegangan listrik AC
110/220V
2. Power supply
2
CPU hidup, monitor mati, tidak ada beep
1. Instalasi kabel data dari VGA card
ke Monitor
2. Monitor
3
CPU hidup, monitor mati, ada beep
Disesuaikan dengan beep

Prosedur test POST yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa
unit power supply dan monitor bekerja dengan baik. Jika tahap ini
dapat dilewati maka bios mulai meneruskan POST selanjutnya. Adapun
hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila
ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai
dengan BIOS yang digunakan.
Kode Beep AWARD BIOS
NO
GEJALA
DIAGNOSA PESAN KESALAHAN
1.
1 beep pendek
PC dalam keadaan baik
2.
1 beep panjang
Problem di memor
3.
1 beep panjang 2 beep
pendek
Kerusakan di modul DRAM parity
4.
1 beep panjang 3 beep
pendek
Kerusakan di bagian VGA.
5.
Beep terus menerus
Kerusakan di modul memori atau
memori video
 KODE BEEP AMI BIOS
 
NO
GEJALA
DIAGNOSA PESAN KESALAHAN
1.
1 beep pendek
DRAM gagal merefresh
2.
2 beep pendek
Sirkuit gagal mengecek
keseimbangan DRAM Parity (sistem
memori)
3.
3 beep pendek
BIOS gagal mengakses memori 64KB
pertama.
4.
4 Beep pendek
Timer pada sistem gagal bekerja
5.
5 beep pendek
Motherboard tidak dapat
menjalankan prosessor
6.
6 beep pendek
Controller pada keyboard tidak dapat
berjalan dengan baik
7.
7 beep pendek
Video Mode error
8.
8 beep pendek
Tes memori VGA gagal
9.
9 beep pendek
Checksum error ROM BIOS
bermasalah
10.
10 beep pendek
CMOS shutdown read/write
mengalami errror
11.
11 beep pendek
Chache memori error
12.
1 beep panjang 3 beep
pendek
Conventional/Extended memori
rusak
13.
1 beep panjang 8 beep
pendek
Tes tampilan gambar gagal

 KODE BEEP IBM BIOS
NO
GEJALA
DIAGNOSA PESAN KESALAHAN
1
Tidak ada beep
Power supply rusak, card
monitor/RAM tidak terpasang
2
1 beep pendek
Normal POST dan PC dalam keadaan
baik
3
beep terus menerus
Power supply rusak, card
monitor/RAM tidak terpasang
4
Beep pendek berulangulang
Power supply rusak, card
monitor/RAM tidak terpasang
5
1 beep panjang 1 beep
pendek
Masalah Motherboard
6
1 beep panjang 2 beep
pendek
Masalah bagian VGA Card (mono)
7
1 beep panjang 3 beep
pendek
Masalah bagian VGA Ccard (EGA).
8
3 beep panjang
Keyboard error
9
1 beep, blank monitor
VGA card sirkuit

Pada PC tertentu menggunakan tone yang pada prinsipnya sama
dengan beep untuk memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam
bentuk suara.
Selain beep biasanya pada kondisi tertentu dapat dilihat juga
pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk text yang ditampilkan pada
layar monitor. Text tertulis merupakan bagian dari POST yang dapat
dilaksanakan apabila VGA card dan monitor dalam keadaan baikdan
terinstalasi dengan benar. User dapat langsung mengetahui masalah
yang ada dengan membaca text peringatan. Misalnya yaitu:
Keyboard error untuk masalah pada keyboard
CMOS error cmos battery error atau ada
masalah pada setting peripheral
HDD not Install harddisk tidak terpasang
Secara umum pesan/peringatan kesalahan yang ditampilkan mudah
untuk difahami oleh user. Hanya saja pesan dalam bahasa Inggris.
3) Langkah-langkah mengenal dan mengidentifikasi
Pesan/Peringatan Kesalahan melalui POST (Power on Self-
Test)
Untuk mengenal dan mengidentifikasi pesan/peringatan kesalahan
melalui POST para peserta diklat harus memperaktekkan dan
mengamati PC dari saat booting hingga selesai proses POST yang
dilakukan oleh BIOS dan membaca buku manual setiap komponen PC,
terutama motherboard. Dari situ akan diketahui banyak komponen,
kegunaan, spesifikasi dan BIOS yang digunakan, termasuk setting pada
BIOS nya.
PC yang telah melewati POST (Power on Self-Test) dinyatakan memiliki
hardware dan instaslasi yang baik. Tetapi untuk mengetahui
kemampuan dan kinerjanya perlu dilakukan tes. Jika terjadi
permasalahan, maka akan didapatkan pesan/peringatan kesalahan
yang berhubungan dengan kinerja PC misalnya pada sistem operasi,
saat proses menjalankan suatu program aplikasi, posedur mematikan
komputer, dan lain-lain.
Permasalahan yang terjadi pada saat komputer telah lolos dari POST
akan lebih komplek karena melibatkan fungsi perangkat keras dan
lunak yang lebih luas terutama perangkat lunak. Sehingga
kemungkinan kesalahan akan semakin banyak. Karena secara umum
komponen perangkat keras pada sistem PC tidak ada perubahan, tetapi
perangkat lunak yang terpasang bermacam-macam dan dimungkinkan
akan sering berganti. Perangkat lunak yang terpasang di PC dibagi
menjadi 2 yaitu sistem operasi dan program aplikasi. Sistem
operasi merupakan suatu perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola semua sumberdaya sistem komputer di antaranya perangkat
keras, program aplikasi, dan user untuk menjadi suatu sistem yang
dapat bekerja dengan baik. Program aplikasi adalah perangkat lunak
yang digunakan oleh user untuk melaksanakan pekerjaan atau aplikasi
tertentu seperti mengetik, menggambar, menghitung, mendengarkan
musik dan lain-lain. Program aplikasi yang dimaksud disini adalah
semua perangkat lunak selain sistem operasi, diantaranya program
aplikasi seperti perkantoran, bahasa pemrograman, virus, utility dan
lain-lain. Pembagian ini belum diklasifikasikan berdasarkan jenis
maupun kegunaan aplikasinya.
Program aplikasi tidak dapat bekerja tanpa adanya sistem operasi,
karena sistem operasi akan menghubungkan fungsi-fungsi hardware
dengan program aplikasi, seperti fungsi keyboard, mouse, VGA adapter,
monitor, port untuk pencetakan di printer dan lain-lain. Sehingga jika
dianalogikan dengan bangunan maka sistem operasi sebagai tanah dan
program aplikasi sebagai bangunan atau apa saja yang dibangun di
atasnya.
Program aplikasi
System operasi
Perangkat keras

 Sistem operasi yang ada saat ini telah begitu banyak, di antaranya yang
diproduksi oleh Microsoft seperti Dos dan Windows dalam beberapa
aplikasi dan versi Windows 3.1, 3.1.1, 95, 97,98, Millenium, XP, NT,
2000 sampai dengan versi 2003. Sedangkan yang lain adalah UNIX,
Linux dan variannya dan lain-lain. Program Aplikasi di antaranya
Microsoft office, bahasa pemrograman turbo pascal, delphi, anti virus
dan utilities seperti Norton dan lain-lain.
Kinerja PC dipengaruhi oleh spesifikasi dan instalasi perangkat keras,
sistem operasi yang digunakn, program aplikasi yang dipasang,
manajemen memori, gangguan dan serangan dari luar seperti virus,
spyware, hacker dan lain-lain. Gejala-gejala yang ditimbulkan akan
membantu user untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah yang
muncul.
1) Prosedur Test
Test yang dilakukan bertahap yaitu aktifasi sistem operasi dan program
aplikasi. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan adalah sebagai
berikut :
a) Aktifasi Sistem Operasi
Sistem operasi yang digunakan dalam test ini adalah windows 98,
prosedur yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
· Menghidupkan PC.
· PC melakukan POST pada saat booting dan harus dapat dilewati.
· PC mulai mencari sistem operasi di media penyimpan dengan urutan
prioritas berdasarkan setting BIOS, misal CDROM, HDD lalu
Diskdrive.
· PC menjalankan Sistem Operasi yang didahullui dengan
menjalankan file-file sistem yaitu MS Dos.sys, IO.sys, Himem.sys
dan command com.
· Jika proses d) berhasil maka selanjutnya dijalankan config.sys dan
autoexec.bat.
· Pengecekkan konfigurasi sistem windows yaitu file sistem.ini dan
win.ini dan dijalankan.
· Pengecekkan adanya file stratup dan dijalankan.
· Pengecekkkan kondisi hardware melalui device manager.
· Pengecekkan kondisi Start Up menu dan fungsi-fungsi dasar sistem
operasi yaitu mengkopi file, memindah file, mengganti nama file,
membuat folder/direktori dan lain-lain.
· Pengecekkan prosedur shutdown.
b) Program aplikasi
· Pengecekkan program aplikasi dengan menjalankan program dan
menutup program.
· Pengecekkan fungsi-fungsi menu program aplikasi.
· Pengecekkan besarnya file-file program aplikasi, yaitu dibandingkan
dengan master, terutama file-file eksekusi (file yang berekstensi EXE
dan COM) dan file hasil program aplikasi misal dokumen dari Ms
Word.
· Pengecekkan terhadap kecepatan mengakses program aplikasi dan
data.
Kedua test di atas akan memberikan response sebagai
pesan/peringatan kesalahan, hal ini akan membantu user untuk
mengenal dan mengidentifikasi masalah yang ada.
2) Pesan/Peringatan Kesalahan
Pesan/peringatan kesalahan dapat diketahui melalui tampilan secara
visual dilayar monitor dan performance kinerja PC yang dapat dirasakan
oleh user pada saat menggunakan PC.
Berdasarkan prosedur tes yang dilakukan maka didapatkan
pesan/peringatan kesalahan sebagai gejala masalah di PC, yaitu
sebagai berikut :
NO
GEJALA
DIAGNOSA PESAN KESALAHAN
1
Booting terhenti setelah
berhasil melaksanakan
POST
1. Instalasi fisik hard disk, setting
device, prioritas boot pada CMOS
setup bermasalah.
2. Kerusakan pada sistem operasi,
mungkin file sistem operasi rusak,
hilang, terkena virus, berganti
nama atau berpindah folder.
2
Kinerja booting sampai ke
windows berlangsung dengan
lambat.
1. Manajemen memori bermasalah.
2. Kerusakan pada sistem operasi,
mungkin file sistem operasi rusak,
ada file yang hilang, terkena
virus, berganti nama atau
berpindah folder Monitor.
3
Windows explorer tidak
dapat dijalankan, tidak
dapat mengcopi, mengganti
nama file dan lainlain
Kerusakan pada sistem operasi,
mungkin file windows explorer
rusak, hilang, terkena virus,
berganti nama atau berpindah
folder.
4
Start menu tidak dapat
dijalankan
Kerusakan pada sistem operasi,
mungkin file windows explorer
rusak, hilang, terkena virus,
berganti nama atau berpindah
folder.
5
Prosedur Shutdown tidak
dapat dilaksanakan
Kerusakan pada sistem operasi,
mungkin file windows explorer
rusak, hilang, terkena virus, berganti
nama atau berpindah folder.
6
Prosedur Shutdown berhenti
sebelum komputer
benar-benar mati
1. Reset
CMOS battery.
2. Kerusakan pada sistem operasi,
mungkin file sistem operasi rusak,
ada file yang hilang, terkena virus,
berganti nama atau berpindah
folder.




 
NO
GEJALA
DIAGNOSA PESAN KESALAHAN
1
Program tidak ada di start
menu, desktop
1. Shortcut terhapus.
2. File program aplikasi rusak,
expire, hilang, terkena virus,
berganti nama atau berpin-dah
folder.
2
Program tidak dapat
dijalankan
1. Manajemen memori bermasalah.
2. Setting resolusi monitor bermasalah.
3. Registrasi program, expire.
4. Instalasi program tidak lengkap.
5. File program aplikasi rusak, file
yang hilang, terkena virus,
berganti nama atau berpindah
folder.
3
Kinerja program lambat
1. Manajemen memori bermasalah.
2. Prosessor bermasalah.
3. File program aplikasi rusak, file
ada yang hilang, terkena virus,
berganti nama atau berpindah
folder.
4
Program selalu meminta
CD
1. Instalasi program tidak lengkap.
2. Setting program.
3. File program aplikasi rusak, file
yang hilang, terkena virus, berganti
nama atau berpindah
folder.
5
Fungsi-fungsi menu ti-dak
dapat dijalankan
File program aplikasi rusak, file ada
yang hilang, terkena virus, berganti
nama atau berpindah folder.
6
Tidak ditemukan file data,
tidak dapat membu-ka
file data atau eks-tensi
file data berubah
File program aplikasi rusak, file ada
yang hilang, terkena virus, berganti
nama atau berpindah folder.




 Selain beberapa gejala kerusakan yang telah disebutkan dapat pula
dikenali dan diidentifikasi sebagai masalah yaitu informasi yang
ditampilkan oleh komputer jika ada masalah. Seperti komentar File is
failure, Not enough memory to open program dan lain-lain.
Komentar sesuai dengan masalah yang timbul.
3) Langkah-langkah mengenal dan Mengidentifikasi
Pesan/Peringatan Kesalahan
Untuk mengenal dan mengidentifikasi Pesan/peringatan kesalahan
peserta diklat harus memperaktekkan dan mengamati PC dari saat
booting, aktifasi sistem operasi dan menjalankan beberapa aplikasi dan
membaca buku manual setiap komponen PC, buku utility, sistem
operasi. Dari situ akan didapatkan karakteristik dan normalnya bekerja
suatu sistem operasi dan program aplikasi.Uraian Materi 3
PC yang telah melewati POST (Power on Self-Test) dianggap secara
hardware dan instaslasinya baik. Tetapi untuk mengetahui kemampuan
dan kinerjanya perlu dilaksanakan tes. Khusus untuk perangkat keras,
PC menyediakan saluran Input dan Output, diantaranya yaitu :
· Serial Port yaitu saluran yang menyalurkan data input/output
secara serial atau COM.
· Paralel Port yaitu saluran yang menyalurkan data input/output
secara paralel atau LPT.
· USB Port atau Universal Serial Bus yaitu port serial yang bersifat
Universal (umum).
· Expantion Slot yaitu slot yang digunakan untuk menancapkan
(memasang) card peripheral tambahan. Slot ekspansi ada 3 macam
ISA, EISA, PCI dan AGP.
· Selain itu termasuk juga saluran atau port untuk mouse dan
keyboard, VGA dan lain-lain yang terhubung dengan peralatan di
luar.
Pada saat POST dilakukan sebenarnya sebagian peralatan I/O sudah
dicek, tetapi untuk lebih mudah dalam memeriksa dan mengenali
permasalahan pada I/O bisa kita lakukan pada saat di dalam sistem
operasi dengan cara mencoba fungsi-fungsinya.
I/O bekerja sebagai sebuah perangkat keras yang dikontrol oleh
perangkat lunak untuk menyalurkan data-data digital. Sehingga baik
perangkat keras maupun perangkat lunak akan saling mendukung kerja
I/O. Di sini POST akan mencatat dan menguji unit I/O yang terpasang
dan sistem operasi akan mengaktifkan fungsi-fungsi I/O tersebut agar
dapat digunakan untuk program aplikasi.
Adapun gejala yang ditimbulkan sebagai tanda adanya masalah pada
unit I/O sangat beraneka macam, seperti : alat tidak bekerja dengan
baik, informasi di layar, kode beep, dan lain-lain.
1) Prosedur Test
Untuk lebih mudahnya test dilakukan dengan bantuan beberapa
peralatan eksternal, yaitu printer yang terpasang pada paralel port atau
USB port, mouse PS2 dan serial, Monitor yang selalu terpasang di card
VGA, disket untuk pengujian disk drive dan CD untuk CD ROM drive.
Dan dengan Program Aplikasi misalnya Microsoft word dapat dicoba
beberapa kemungkinan kesalahan. Adapun urutan prosedur test yang
dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Semua peralatan dipasang pada port yang sesuai. Khusus mouse
sebaiknya bergantian (PS/2 atau COM 1 atau COM 2, atau USB).
2) Booting komputer, POST akan mengecek semua saluran I/O dan
alamat I/O. Jika tidak ada masalah maka semua I/O yang tersedia
berfungsi dengan baik.
3) Pengecekkan fungsi Keyboard dan Mouse.
4) Pengecekkan tampilan pada layar monitor, jika tidak ada masalah
maka setting layar monitor dapat dimaksimalkan.
5) Pengecekkan paralel port dan USB melalui program aplikasi
Microsoft word.
6) Pengecekkan pembacaan disk dan CDROM melalui Windows
Explorer.
Test dilakukan termasuk dengan mengecek driver dari peralatan yang
dihubungkan dengan I/O. Karena bisa saja sesuatu peralatan atau
komponen yang dipasang dapat bekerja, tetapi tidak optimal karena
driver yang digunakan belum sesuai dengan peralatan.
2) Pesan/Peringatan Kesalahan
Pesan/peringatan kesalahan dapat diketahui melalui tampilan secara
visual dilayar monitor dan dapat berkerjanya peralatan yang terpasang
di I/O.
Berdasarkan prosedur tes yang dilakukan maka akan didapatkan
pesan/peringatan kesalahan sebagai tanda adanya masalah di PC.
Adapun gejala dan pesan tersebut adalah sebagai berikut :
 
NO
GEJALA
DIAGNOSA PESAN KESALAHAN

1
Keyboard tidak bekerja
· Hubungan Keyboard dan PC
bermasalah
· Keyboard rusak atau saluran
keyboard di Motherboard rusak

2
Mouse tidak bekerja
(PS2/Com/USB)
· Hubungan Mouse dan PC
bermasalah
· Mouse rusak atau saluran mouse
(PS2/Com/USB) di Motherboard
rusak

3
Monitor Tidak Dapat
menampilkan gambar
· Hubungan antara VGA card dan
monitor bermasalah
· VGA card brmasalah
· Monitor bermasalah

4
Monitor menampilkan
resolusi dan warna tidak
optimal
· Setting driver monitor
· Hubungan antara VGA card dan
monitor bermasalah
· VGA card brmasalah
· Monitor bermasalah

5
Print preview pada
program aplikasi tidak
daat dilakukan
Driver printer belum terintsall

6
Print tidak dapat
dilaksanakan
(Printer melaui LPT/USB)
· Driver belum benar
· Hubungan printer dengan
LPT/USB bermasalah
· Power belum aktif
· Tidak tersedia kertas atau tinta
tidak tersedia.
· Catride tinta tidak ada
· Printer rusak.

7
Mencetak tidak sesuai
dengan yang diinginkan,
misal berulang-ulang, hal
tidak sesuai dll
Setting printer belum sesuai

8
Disk dan CD ROM tidak
terdeteksi
· Hubungan instalasi fisik dan
power disk/CD ROM dengan
motherboard bermasalah.
· Setup di BIOS belum sesuai
· Aktifasi hardware diskdrive di
windows bermasalah

9
Disk atau CD ROM Tidak
dapat membaca data
· Disket/CD ROM yang dibaca
bermasalah
· Head atau sensor baca (optic)
bermasalah, mungkin kotor,
setting fisik berubah atau sudah
lemah (rusak)







 Selain beberapa gejala kerusakan yang telah disebutkan dapat pula
dikenali dan didentifikasi sebagai masalah yaitu informasi yang
ditampilkan oleh komputer jika ada masalah. Seperti komentar Disk
Not Found, No Printer Install dan lain-lain. Komentar sesuai dengan
maslah yang timbul.
3) Langkah-langkah mengenal dan mengidentifikasi
Pesan/Peringatan Kesalahan
Untuk mengenal dan mengidentifikasi pesan/peringatan kesalahan,
peserta diklat harus mempraktekkan dan mengamati PC dari saat
booting, aktifasi sistem operasi, menjalankan beberapa aplikasi,
mencoba peralatan I/O dan membaca buku manual setiap komponen
PC, buku utility, setting peralatan baru. Dari situ akan diketahui bekerja
tidaknya I/O atau peralatan I/O yang terpasang.
1) Klasifikasi Permasalahan Pengoperasian PC
Permasalahan komputer dapat diidentifikasi melalui POST dan melihat
gejala-gejala yang dimunculkan oleh PC baik melalui beep, pesan
secara visual di layar monitor dan kinerja secara internal (di dalam PC
sendiri) maupun eksternal (dengan bantuan peralatan di luar PC).
Permasalahan PC dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu:
hardware / perangkat keras dan software / perangkat lunak.
a) Hardware / Perangkat keras
Masalah pada perangkat keras diklasifikasikan menjadi 2 yaitu :
(1) Internal
Permasalahan hardware secara internal yaitu permasalahan yang
muncul pada komponen sistem komputer yang meliputi isi CPU,
yaitu: motherboard, VGA card, CHIP BIOS, RAM, Sound card,
Prosessor, Harddisk, CD ROM, Power supply dan komponen lainnya
yang terpasang, monitor, keyboard, mouse dan lain-lain.
 
NO
KOMPONEN
GEJALA PERMASALAHAN
1
Monitor
· Monitor mati
· Monitor blank
· Monitor menampilkan gambar tidak proporsional
· Warna tampilan tidak sesuai aslinya
· Monitor berkedip-kedip
2
Motherboard
· CPU mati
· Komputer cepat panas dan atau hang
· Kinerja komputer lambat
· Tidak dapat shuddown
· Komputer selalu meminta setup cmos
3
Port Paralel (LPT)
· Tidak dapat mencetak di printer
· Tidak dapat melakukan hubungan komunikasi
dengan computer lain melaui Laplink dengan
parallel port
4
Port Serial
· Mouse melalui serial port tidak dapat digunakan
· Peralatan eksternal lain yang melaui serial port
tidak dpat digunakan, seperti modem eksternal
5
Port Game
Tidak dapat atau akses melaui joystick yang
terpasang di port game kacau
6
Port USB
· Mouse atau perlatan eksternal lain yang
terpasang di port USB tidak dapat bekerja tau
kacau. Peralatan lain seperti printer, flash
memory, scanner, kamera digital.
7
VGA Card
· CPU mati
· Gambar kacau
· Setting tidak maksimal
· Tidak dapat mengakses program tertentu
· Akses grafik lambat
8
Sound Card
· Tidak ada atau kacau suara yang keluar di
speaker aktif
9
RAM
· CPU mati
· Memori yang terbaca pada saat POST tidak
sesuai
· Akses program lambat
10
Prosessor
· CPU mati
· Prosessor cepat panas
· Prosessor sering Hang
11
Chip BIOS
· CPU mati
· Tidak dapat booting
· Tidak dapat melakukuan identifikasi hardware
dan POST
12
Hard disk
· Tidak terdeteksi BIOS
· Tidak dapat booting
· Cepat Hang
· Akses program lambat
13
Disk drive
Tidak dapat membaca/menulis
/memformat/menghapus isi disk
14
CD/DVD ROM
Read/Write
Tidak dapat membaca/menulis /memformat
CD/DVD
15
Kabel Data
Hardisk,diskdrive,CDROM tidak terdeteksi atau tidak
dapat diakses
16
Power Supply
CPU mati
17
Panel depan CPU
Saklar/lampu mati dan CPU tidak dapat dihidupkan
18
Keyboard
· Keyboard mati, tidak terdetekdi BIOS
· Tombol ada yang tidak dapat digunakan
19
Mouse
· Mouse tidak terdeteksi windows & tidak dapat
digunakan
· Slah satu fungsi mouse tidak dapat digunakan
20
Speaker aktif
· Speaker mati
· Suara speaker tidak keluar, DLL





(2) Eksternal
Permasalahan hardware secara eksternal yaitu permasalahan yang
muncul pada komponen sistem komputer yang terpasang di luar
komputer dan berfungsi sebagai fasilitas pelengkap komputer, di
antaranya yaitu : printer, modem eksternal, TV tuner eksternal,
scanner, dan lain sebagainya.
NO
KOMPONEN
GEJALA PERMASALAHAN
1
Printer
· Printer mati
· Selalu muncul warning di monitor
· Mencetak tidak sesuai setting
· Catridge/pita tidak terdeteksi
· Tinta/pita habis atau buram
· Print kertas double
2
TV tuner
· TV tuner mati
· Gambar tidak jelas
· Tidak dapat menyipan ke memori
· Suara tidak ada
3
Modem
· Modem mati
· Tidak dapat menghubungi provider
(ISP)
· Akses internet lambat
4
Scanner
· Scanner mati
· Tidak dapat membaca berkas/blank
· Hasil scan pecah-pecah
5
Flash memory
· Flash memory mati
· Tidak terdeteksi oleh system operasi
· Tidak dapat membaca/menulis/
menghapus data.
6
Kamera digital
· Kamera mati
· Tidak dapat membaca berkas/blank
· Hasil foto pecah-pecah
7
CD/DVD ROM Read/Write
eksternal
Tidak dapat membaca/menulis /memformat
CD/DVD, DLL
 b) Software / Perangkat lunak
Masalah pada perangkat lunak diklasifikasikan menjadi 3 yaitu:
(1) Perangkat lunak BIOS
Chip BIOS (Basic Input Output System) biasanya berupa EEPROM
yang berisi program system mendasar dari komponen I/O, termasuk
di dalamnya POST. Sebagai sebuah program BIOS juga dapat
mengalami masalah di antaranya yaitu :
· Komputer mati
· Komputer hidup tapi blank atau tidak ada tampilan di layar dan
tidak ada aktivitas.
· Komputer tidak dapat di setting hardwarenya, setting kacau dan
POST tidak jalan.
(2) Sistem Operasi
Sistem operasi merupakan suatu perangkat lunak yang berfungsi
untuk mengelola semua sumberdaya sistem komputer, diantaranya
yaitu : perangkat keras, program aplikasi, dan user untuk menjadi
suatu sistem yang dapat bekerja.
(3) Program aplikasi
Program aplikasi adalah perangkat lunak yang digunakan oleh user
untuk melaksanakan pekerjaan atau aplikasi tertentu seperti
mengetik, menggambar, menghitung, mendengarkan musik dan lain
sebagainya. Program aplikasi yang dimaksud adalah semua perangkat
lunak selain sistem operasi, diantaranya yaitu program aplikasi
seperti: perkantoran, termasuk bahasa pemrograman, virus, utility
dan lain-lain. Pengelompokkan ini belum diklasifikasikan berdasarkan
jenis maupun kegunaan aplikasinya.
Permasalahan yang sering muncul berdasarkan klasifikasi perangkat
lunak diantaranya, yaitu :
NO
KOMPONEN
PERMASALAHAN
1
BIOS program
· Komputer mati
· Komputer hidup tapi blank atau tidak
ada tampilan di layer dan tidak ada
aktivitas.
· Komputer tidak dapat di setting
hardwarenya, setting kacau dan
POST tidak jalan
2
Sistem Operasi
· Tidak dapat booting
· Kinerja booting sampai ke windows
berlangsung dengan lambat
· Windows exsploler tidak dapat
dijalankan, tidak dapat mengcopi,
mengganti nama file dan lain-lain
· Start menu tidak dapat dijalankan
· Prosedur Shutdown tidak dapat
dilaksanakan
· Prosedur Shutdown berhenti sebelum
komputer benar-benar mati
3
Program aplikasi
· Program tidak ada di start menu,
desktop
· Program tidak dapat dijalankan
· Kinerja program lambat
· Program selalu meminta CD
· Fungsi-fungsi menu tidak dapat
dijalankan
· Tidak ditemukan file data, tidak
dapat membuka file data atau
ekstensi file data berubah
 Klasifikasi gejala permasalahan yang muncul dapat pula dilakukan
berdasarkan kerusakannya, misalkan dengan urutan komputer mati,
booting sampai dengan menjalankan aplikasi.
2) Identifikasi Kemungkinan Penyebab Permasalahan
Berdasarkan klasifikasi permasalahan yang ada maka kemungkinan
penyebab dapat diidentifikasi dengan cara melokalisir permasalahan
sehingga ruang lingkup kemungkinan kerusakan menjadi lebih sempit
baik secara hardware maupun software, karena dalam banyak
masalah keduanya saling terkait. Sebagai contoh, yaitu : hard disk
tidak terdeteksi oleh PC, kemungkinan kerusakan ada disekitar hard
disk yaitu :
Hardware :
· Hard disk, setting jamper hard disk
· Kabel data dan power ke hard disk
· Bus I/O pada motherboard
Software :
· BIOS setting
Bagian-bagian yang sudah diidentifikasi dapat dilakukan pengecekkan,
sebaiknya dilakukan dari hardware dulu, baru software.
Dengan cara melokalisir seperti di atas dimungkinkan permasalahan
akan relatif cepat diketahui.
3) Menentukan Hipotesa Awal Penyebab Masalah
Hasil dari identifikasi, dimana kemungkinan masalah sudah diketahui.
User dapat memperkirakan dan menentukan hipotesa awal penyebab
dari permasalahan.
Untuk mendukung menentukan hipotesa awal user harus mengetahui
semua komponen dan fungsinya pada sistem komputer, serta
beberapa data kemungkinan penyebab kerusakan komputer, misalnya
tegangan AC tidak stabil, debu yang lembab di motherboard
komputer, head pembaca disk yang kotor dan lain sebagainya.
Selanjutnya dapat dilakukan pemikiran sebab akibat yang terjadi.
Sebagai contoh :
Diskdrive tidak dapat membaca disket, lampu disk hidup saat proses
pembacaan disket :
Kemungkinan kerusakan pada :
· Disket:disket sudah rusak/kotor pada lempengan data
· head disk drive kotor: kemungkinan disebabkan debu
menempel di head disk drive
· Motherboard, kabel data: kemungkinan karena soket kabel
data sudah aus/tidak kencang atau ada yang putus
Dengan melihat hubungan sebab akibat user dapat menentukan
hipotesa awal untuk mempermudah perbaikan.
Uraian Materi 5
Untuk mendiagnosis permasalahan komputer, pada modul
sebelumnya telah dilaksanakan beberapa bagian. Jika penyelesaian
tersebut disusun, maka akan mejadi serangkaian langkah yang
terstruktur.
Adapun langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan
komputer tersebut adalah sebagai berikut :
1) Mengidentifikasi permasalahan
Masalah yanga ada diidentifikasi dengan beberapa prosedur,
diantaranya, melalui POST.
2) Menganalisis permasalahan
Pesan/peringatan kesalahan yang ditunjukkan melalui POST atau
pun oleh komponen lain dikomputer dianalisis letak atau sumber
komponen yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan.
3) Mengklasifikasikan permasalahan
Melakukan pengelompokkan permasalahan, dapat dilakukan
berdasarkan hardware, software atau permasalahan itu sendiri.
4) Menentukan hipotesa awal penyebab masalah
Dengan mengklasifikasikan suatu permasalahan, maka dapat
ditentukan hipotesa awal bagian yang bermasalah dan penyebab
masalah. Hal ini dipakai sebagai acuan untuk mencari cara yang
tepat dalam mengatasi masalah dan mencegah timbulnya
kembali masalah yang sama.
5) Mengisolasi permasalahan
Masalah yang sudah diklasifikasikan, difokuskan pada ruang
lingkup yang lebih kecil. Ini untuk memudahkan menemukan
sumber masalah, dan tidak terjadi salah dalam menangani
masalah. Misalkan kerusakan terjadi pada CD ROM, tetapi
penanganan dilaksakan pada masalah VGA Card.
6) Selanjutnya dapat dilakukan tindakan perbaikan
Langkah-langkah yang dilakukan merupakan bagian dari semua
langkah dari modul kegiatan belajar 1 sampai 5, oleh karena itu
semua saling terkait menjadi 1 kesatuan mendiagnosis permasalahan
pengoperasian PC dan peripheral.
Pada modul ini difokuskan pada mengisolasi permasalahan melalui
langkah-langkah prosedur mendiagnosis permasalahan pengoperasian
PC dan peripheral.

0 komentar:

Poskan Komentar